BAB IV PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU DAN SENI
BAB IV Pendidikan Sebagai Ilmu dan Seni
A. Alasan
Pentingnya Status Keilmuan Pendidikan
Suatu disiplin dapat
dipandang sebagai pengetahuan ilmiah apabila disiplin tersebut memiliki status
keilmuan yang jelas. Suatu disiplin ilmu dapat dilakukan pengujian empiris
apabila disiplin ilmu tersebut memiliki kejelasan minimal dalam empat hal,
yaitu :
- Memiliki kejelasan dalam obyek yang menjadi garapan penyelidiknya atau jelas mengenai obyek studinya.
- Jelas dalam menggunakan metodologi penyelidiknya, baik itu metodologi yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, bahkan mungkin merupakan gabungan dari keduanya.
- Jelas mengenai isi atau substansi dari ilmu tersebut.
- Jelas mengenai fungsinya dalam mengatasi atau memecahkan salah satu aspek masalah yang dihadapi dalam kehidupan manusia.
B. Konsep
Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
1. Konsep Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil dari
mengetahui obyek-obyek di alam nyata menurut akal dengan jalan pengamatan.
Semua disiplin tersebut tersusun bermula dari akumulasi pengetahuan yang
diperoleh dan dimiliki manusia. Titus (1959) mengungkapkan ada empat jenis
pengetahuan atau kebenaran yang dapat diperoleh dan dimiliki manusia, yaitu :
1. Pengetahuan biasa
atau awam
Pengetahuan biasa atau awam (common
sense knowledge), yaitu pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman dan
kebiasaan hidup sehari-hari, misalnya semua orang menyebut sesuatu kuning
karena memang berwarna kuning.
2. Pengetahuan ilmiah
Pengetahuan ilmiah (scientific
knowledge) adalah terjemahan dari kata science, yaitu seperangkat
pengetahuan ilmiah yang tersusun sistematis mengenai fenomena, termasuk cara
menyusun dan memperluas dan cara mengujinya menurut kriteria yang obyektif dan
diakui masyarakat ilmuwan, yang sering disebut atau dinamai ilmu pengetahuan.
3. Pengetahuan filsafat
Pengetahuan filsafat (philosophical
knowledge) adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai dasar-dasar
konsep, praduga dan postulat mengenai ilmu, serta upaya untuk membuka tabir
dasar-dasar empiris, rasional dan pragmatis.
4. Pengetahuan religi
Pengetahuan religi (pengetahuan
agama) adalah pengetahuan yang bersumber dari agama, yang mencakup
pengetahuan mengenai hakekat perilaku sebagai pengungkapan supernatural melalui
wahyu yang diterima utusannya yang terpilih merupakan sesuatu hal yang
menyangkut hati, suatu hal yang sangat berarti; suatu hal yang menuntun jiwa
untuk menemukan keyakinan.
2.
Klasifikasi Ilmu Pengetahuan
- Ilmu-ilmu kealaman
Ilmu-ilmu kealaman (natural
sciences) adalah ilmu yang mempelajari alam semesta secara
objektif. Ilmu pengetahuan alam mempelajari alam dengan metode metode sains. Seperti: Fisika, Kimia,Biologi
dan Astronomi
- Ilmu-ilmu sosial
Ilmu-ilmu sosial (social sciences) adalah ilmu yang mempelajari aspek – aspek yang berhubungan dengan manusia
dan lingkungan sosialnya. Seperti : sosiologi, ekonomi,politiuk, sejarah,
ilmu pendidikan dan sebagainya.
- Ilmu-ilmu kemanusiaan
Ilmu-ilmu kemanusiaan (humanities) ilmu tentang hasil pikiran manusia
serta hubungan antarmanusia, terutama yang tercantum dalam kesusastraan dan
yang diekpresikan oleh kesenian. Seperti : filsafat, bahasa dan
seni.
C. Karakteristik dan Kriteria Ilmu Pengetahuan
1. Karakteristik dan kriteria ilmu pengetahuan menurut para
alhi
a. Menurut Randall dan
Buchker dalam Sadulloh (2004 : 46 )
- Hasil sains bersifat akumulatif dan merupakan milik bersama
- Hasil sains kebenarannya tidak mutlak
- Sains bersifat objektif
b. Menurut Ralph Ross
dan Ernest van den Haag (Harsojo, 1977)
- Bersifat rasional
- Bersifat empiris
- Bersifat akumulatif
2. Fungsi ilmu
a. Fungsi Menjelaskan
Ilmu berfungsi
menjelaskan fenomena kehidupan,terutama menjelaskan mengapan suatu fenomena
terjadi.
b. Fungsi Memprediksi
Ilmu berfungsi
memprediksi (meramalkan), yaitu kemampuan ilmu untuk dapat menunjuk sesuatu
yang akan terjadi, apabila sejumlah fenomena, indikasi, atau data tertentu
tampak (diadakan) dan sejumlah fenomena, indikasi atau data tertentu tidak
tampak (ditiadakan).
c. Fungsi Mengontrol
Fungsi mengontrol dari ilmu adalah
fungsi memeriksa atau menguji apakah suatu kegiatan dalam prakteknya sesuai
dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditemukan dan direkomendasikan ilmu
pengetahuan tertentu.
D. Pendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan
1. Konsep Ilmu
Pendidikan
Dua istilah penting yang hampir sama
dengan ilmu pendidikan yaitu paedagogie dan paedagogiek. Menurut Ngalim
Purwanto (2004:3) Paedagogie artinya pendidikan, sedangkan Pedagogiek
atinya ilmu pendidikan. Istilah Pedagogik yaitu suatu pemikiran
bagaimana kita membimbing dan mendidikan anak. Istilah Pedagogie berarti
pendidikan yang lebih menekan pada praktek menyangkut kegiatan mendidikan,
kegiatan membimbing anak. Konsep ilmu pendidikan bersifat
:
- Sistematis
- Logis
- Pemikiran yang tepat
- Berdasarkan Pengamatan
- Eksperimen
- Berdasarkan Prinsip
2. Karakteristik Ilmu
Pendidikan
a. Landasan Ilmu
Pengetahuan
Peran agama sebagai landasan bagi
pengembangan ilmu pendidikan dan bagi praktek pendidikan. Selain agama, ilmu
pengetahuan dan teknologi juga menjadi landasan pengembangan ilmu pendidikan.
b. Obyek Ilmu Pendidikan
Obyek ilmu pengetahuan
pada umumnya terdiri atas obyek material dan obyek formal. Obyek material ilmu
pendidikan adalah manusia. Obyek formal ilmu pendidikan adalah perkembangan
pengalaman manusia sebagai mahkluk individual,sosial dan unik sepanjang
hayatnya.
c. Metode Ilmu Pendidikan
metode ilmiah ini digunakan melalui
penyusunan kerangka pemikiran logis, penerapan hipotesis dan verifikasi
terhadap hipotesis.
d. Isi Ilmu Pendidikan
Postulat adalah pandangan mendasar yang
kebenrarannya diterima tanpa pembuktian secara empiris. Asumsi
yaitu pendapat/pandangan yang didasarkan pada kerangka berpikir tertentu.
Konsep ialah serangkaian pengertian atau pendapat yang konsisten. Teori
adalah konsep-konsep yang tersusun secara sistematis dalam bentuk struktur
teoritis.
e. Fungsi Ilmu
Pendidikan
Ilmu pendidikan memiliki fungsi
menjelaskan, memprediksi dan mengontrol gejala atau fenomena pendidikan.
f. Cabang-cabang Ilmu
Pendidikan
Menurut Redja Mulyahardjo (1998)
1. Ilmu Pendidikan Makro
2. Ilmu Pendidikan Mikro
E. Mendidik Sebagai Seni
dan Teknik
Perbuatan mendidik bersifat kreatif
(mencipta). Pertama
beryakinan bahwa perbuatan mendidik bersifat kreatif (mencipta). Karena melalui
pendidikan, manusia dapat mengembangkan kepribadianya sehingga menjadi manusia
yang baru dengan kemungkinan-kemungkinan yang baru dan lebih baik. Pendidikan
tak menguasai semua faktor dalam situasi pendidikan. Tetapi dengan pendidikan,
pendidikan diharuskan untuk menciptakan situasi-situasi yang baru serta
terdidik pun mecapai hal-hal yang baru didalam dan bagi kepribadiannya.
Keberhasilan pendidikan terletak khususnya pada perubahan yang dialami
terdidik, seperti halnya dalam keberhasilan latihan ataupun leberhasilan
pengajaran.
F. Mempelajari
Seni Didik dan Teknik Pendidikan Secara Ilmiah
Persiapan dan pendidikan memerlukan
teknik khusus. Belum dapat dibuktikan bahwa teknologi pendidikan memang
sungguh-sungguh lebih efektif menimbulkan proses belajar-mengajar daripada pendidikan
tanpa teknologi yang baru. Manfaat teknologi pendidikan terutama telah padapembaharuan pengajaran yang terlaksana secara
individual, baik bagi individu yang terpisah maupun individu dalam
kelompok.. Hal ini antara lain memberikan indikasi sebagai kombinasi
antara penghampiran ilmiah dan pengembangan seni didik masih perlu ditemukan,
diteliti, dianalisis, dikembangkan.
G. Simpulan
Dalam
pembelajaran dikenal dengan istilah Teaching of Science
and Teaching of Art. Mengajar sebagai ilmu artinya bahwa pendidik
diharapkan menguasai isi materi pembelajaran secara memadai dan mengajara
sebagai seni artinya bahwa pendidik piawai dalam cara penyampaian isi materi
pembelajaran agar para terdidik dengan cepat dan tepat menguasai isi
pembelajaran
Pendidikan sebagai ilmu terarah bagaimana melaksanakan studi dan praktek
pendidikan tentang ilmu pendidikan pada bahasan ini diungkap tentang pentingnya
status keilmuan pedidikan, konsep pengetahuan dan ilmu pendidikan, pendidikan
sebagai ilmu pengetahuan, karakteristik dan kriteria ilmu pengetahuan.
Sedangkan pendidkan sebagai seni terarah pada bagaimana menerapkan hasil studi
pendidikan dalam praktek pendidikan, pada bahasan ini diungkap tentang mendidik
sebagai seni dan teknik serta mempelajari seni didik dan teknik pendidikan.
terima kasih, sangat bermanfaat.
BalasHapus